Sore
itu terlihat cantik, semburat rona merah berpadu dengan oranjenya sisa mentari yang hendak
meninggalkan kilauannya di bumi. Aku menatap jauh ke depan namun, jarak pandang
menjadi pendek akibat kabut asap karhathula di bumi Halmahera Timur tepatnya
daerah Buli. Saat ini memang sedang tidak baik-baik saja dengan lingkungan yang
di penuhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, sebagai orang tua yang
memiliki balita tentunya memili kekhawatiran tersendiri di dalam hati. Sebagai
pekerja, dan ibu yang tak selalu hadir, aku merasa waktu bersama anak memiliki
tempat tersendiri dan Istimewa di hati.
Usai
cuti bersalin di bulan Juli 2026, aku kembali melaksanakan tugas dan tanggung
jawab sebagai HRD di salah satu PT yang berdiri kokoh di tengah daerah yang
memberi porsi lowongan pekerjaan. Ini bukan tentang benefit yang mau di bandingkan
dengan perusahaan lain, namun ini tentang komitmen dan tanggung jawab sebagai
karyawan yang di amanahkan mengurus perekrutan di di Perusahaan ini.
Setelah
mendedikasikan ide, kemampuan, waktu dan energi, aku kerap merasa pekerjaan ini
pada akhirnya menemukan tempat tersendiri di hati ku. Melakukan pekerjaan di luar
jam kerja, di saat cuti dan hari libur, Adalah bentuk raga yang kerap menyatu dengan
pekerjaan yang di lakukan secara tulus.
Saat
mengandung, aku kerap merasa pekerjaan adalah teman baik yang akan terus
menemani ku, hingga tiba waktu cuti, dan ternyata hanya pekerjaanlah yang
benar-benar menemani ku dengan hangat menuju hari di mana aku harus bedrest menanti
waktu bertemu sang buah hati tiba.
Hari-hari yang sibuk, namun aku tetap bisa bangun di pagi hari, memandikan anak, menyiapkan sarapan dan meninggalkan anak di rumah kost bersama ibu ku dengan tenang bukanlah sesuatu yang perlu di sesali. Daerah ini telah meminta ku datang, bertumbuh dengan tenang dan memberi ku ruang untuk menjalani hidup sebagaimana mestinya. Anak ku akan tumbuh bersama ku, belajar dan mengenal lingkungan yang di pilih ibunya untuk tetap bersamanya, saat memilih pekerjaan yang di geluti saat ini. Kelak, anak ku akan paham mengapa daerah ini yang ku pilih menjadi tempat untuk melakukan segala aktivitas kerja dan membawanya kesini. Pekerjaan itu sebuah Amanah, anak pun demikian, bekerja di pagi-siang hari, dan masih dapat mengurus kebutuhan anak, menemaninya membaca buku dan bermain bukanlah hal yang mustahil di lakukan, ini adalah tentang pilihan yang tak perlu di perdebatkan.
Tak
terasa aku sudah memasuki usia domisili setahun lebih di daerah ini, banyak hal
yang takkan cukup ku ceritakan di ruang
ini, mungkin ingatan dan tulisan akan membawa ku terus memoar beberapa kisah
yang takkan ku lupakan tentang daerah
ini. Banyak orang yang ku temui dengan berbagai cerita; latang belakang, Pendidikan
dan pengalaman, mengenal lingkungan yang beragam, nyanyian merdu di hari minggu
dari rumah ibadah, cerita kesejukan air bersih dari pegunungan yang memberikanku kesan tak terlupakan, hiruk
pikuk aktivitas kerja yang terus memberi banyak arti kehidupan dan perjuangan
orang-orang yang gigih bertaruh hidup dan mengais rejeki di daerah yang
“katanya” kaya akan sumber daya alamnya.
Satu
langkah kecil di tahun 2022, membawa ku sejauh ini, bermula dari ‘mencoba’
memulai karir sebagai translator mandarin di Perusahaan asing desa Lelilef Waibulen, hingga berakhir di kabupaten asal ku.
Perjalanan karir yang tak mudah, berbekal pengetahuan yang terbatas dan
keberanian yang tak terbatas membuatku terus ‘merasa’ perlu belajar tanpa
batas. Siapa sangka profesi yang tak pernah ada di wishlist ku akhirnya
menjadi pilihan yang masih ku genggam hingga kini.
Kerangka
berfikir yang kian bergeser, perasaan yang perlahan menuntunku melihat begitu
luas samudra yang di penuhi oleh manusia yang bertaruh antara- waktu dan
kebutuhan, bukan keinginan.
Begitu
hebat scenario Sang Ilahi, membawa ku
jauh dari hal-hal yang ku pikirkan, dari hal-hal yang ku hendaki namun, tidak
buruk, semua penuh cerita, dan pelajaran di dalamnya. Perjalanan hidup ku tak
lekang dari hal-hal pelik, sulit dan tentunya semua menuntutku mengerahkan
pikiran dan energi. Apakah pernah merasa ingin mengakhiri semuanya? Ya, tentu.
Terlalu jauh jalan perjuangan ini dan tak harus di akhiri tanpa kemenangan
karena, hidup yang tak pernah di perjuangkan, takkan pernah di menangkan
Semua
perjalanan memiliki nama, makna dan sarat. Memulai karir sendirian tanpa teman,
relasi dan bantuan pihak lain, usai menempuh
Pendidikan Sarjana, ternyata tak sesulit dan seburuk itu, hanya ketakutan dan
keberanian terbatas yang membuatnya horror.
Buli,
08 Oktober 2026




